Humpuss Intermoda Transportasi Berencana Kuasi Reorganisasi

published on : 2016, April 19

Jakarta, - PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (HITS), yang bergerak di bidang jasa transportasi laut pada tahun ini akan melaksanakan Kuasi Reorganisasi. Langkah ini diambil Perseroan untuk memperbaiki struktur ekuitas perusahaan. Melalui Kuasi Reorganisasi, Perseroan dapat memperoleh pendanaan untuk ekspansi usaha.

 

Sebagaimana diketahui, krisis keuangan global pada tahun 2008 membawa pengaruh negatif terhadap kinerja Perseroan dimana kapal-kapal terpaksa menganggur karena sepinya muatan. Keadaan ini tentunya membuat Perusahaan tidak dapat terhindar dari kerugian. Tantangan yang dihadapi Perseroan pun berlanjut hingga tahun 2012, dimana beberapa peristiwa menyebabkan Perseroan harus mengalami kerugian.

 

Untuk menjawab tantangan tersebut, manajemen melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan kinerja Perseroan demi menghasilkan keuntungan bagi para Pemegang Saham. Langkah yang diambil diantaranya adalah melakukan restrukturisasi di bidang bisnis, organisasi dan restrukturisasi hutang serta permodalan. Kemudian, kapal-kapal yang menganggur (idle), terus diupayakan serta dioptimalkan pengoperasiannya sehingga tidak lagi menjadi beban bagi Grup.

 

Upaya tersebut berhasil memperbaiki kinerja operasi dan keuangan dengan membukukan keuntungan dari kegiatan usahanya pada tahun 2013 hingga 2015. Akan tetapi, keuntungan tersebut belum mampu menutup kerugian yang dialami di masa lampau tersebut. Maka dari itu, Perseroan mengambil langkah kuasi reorganisasi agar usahanya bisa terus berkembang. 

 

Perseroan akan menggunakan buku laporan keuangan konsolidasian Grup tanggal 31 Desember 2015 untuk pelaksanaan Kuasi Reorganisasi. Berdasarkan laporan posisi keuangan konsolidasian Grup tanggal 31 Desember 2015 sebelum Kuasi Reorganisasi, akumulasi rugi Grup sebesar US$ 95,47 juta.

 

Perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Mei 2016 untuk mendapatkan persetujuan pelaksanaan rencana Kuasi Reorganisasi dengan mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) konsolidasian dengan menggunakan pos agio saham.

 

Direktur Utama Humpuss Intermoda Transportasi Tbk, Theo Lekatompessy mengatakan, melalui kuasi reorganisasi diharapkan perseroan dapat meneruskan usahanya secara lebih baik (fresh start) dengan posisi keuangan sekarang dan tanpa dibebani defisit masa lampau. Dengan kondisi posisi keuangan yang lebih baik memberikan landasan yang kuat untuk melalukan pengembangan usaha.

 

Dengan kuasi itu pula, lanjut Theo, perusahaan dapat membagikan deviden, dan saham HITS dapat lebih diminati sehingga likuiditas perdagangan saham meningkat.

 

Theo menjelaskan, pelaksanaan rencana kuasi reorganisasi tentunya memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku seperti Undang-Undang No. 4 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan BAPEPAM-LK No. IX.L 1, Peraturan BAPEPAM-LK No. IX.J.1, Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka, Peraturan OJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik, dan Anggaran Dasar Perseroan.

 

Laporan Keuangan Konsolidasi 2015

 

Perseroan di sepanjang tahun 2015 membukukan pendapatan sebesar US$ 52,09 juta atau mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar US$ 66,06 juta. Penurunan perolehan pendapatan tersebut dipengaruhi oleh perlambatan perekonomian global yang berimbas kepada lesunya bisnis pelayaran nasional.

 

Perolehan laba kotor perusahaan di tahun 2015 tercatat sama dengan tahun sebelumnya sebesar US$ 16,03 juta. Sedangkan laba usaha tercatat US$ 9,55 juta, naik 7,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$ 8,19 juta. Meningkatnya laba  usaha lantaran perusahaan berhasil menekan biaya beban usaha yang dikeluarkan sepanjang tahun 2015.

 

Sementara itu, laba komprehensif tahun berjalan mengalami penurunan dari US$ 3,54 juta di tahun 2014 menjadi US$ 1,92 juta di tahun 2015. Total asset lancar pada tahun ini tercatat sebesar US$ 34,98 juta, naik 23,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 28,40 juta. Sedangkan total asset tidak lancar sebesar US$ 108,92 juta, naik 2,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 105,84 juta.

 

Peningkatan nilai aset lancar dan aset tidak lancar ikut mempengaruhi meningkatnya total aset di tahun 2015 sebesar US$ 143,91 juta, dimana pada tahun sebelumnya total aset sebesar US$ 134, 25 juta.