Jakarta, 18 Oktober 2021. PT MCS Internasional (MCSI), anak usaha PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (IDX: HITS) bersama-sama Universitas Trilogi dan Ikatan Komunitas Perwira Pelayaran Niaga Indonesia (IKPPNI) membangun bersama-sama program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang bertujuan untuk peningkatan penyetaraan kompetensi Pelaut Pelayaran Niaga (PPN) yang akan dimulai perkuliahannya tanggal 29 Oktober 2021 mendatang, di kampus Universitas Trilogi, di Jakarta.
“Sebelum hari pertama kelas, kami adakan bincang-bincang di antara akademi dan praktisi, dalam kemasan Lighthouse for Seafarers dengan topik “Recognize Your Competence, Seafarers!”,” ujar Johan Novitrian, Direktur MCSI. Bincang-bincang diadakan melalui virtual zoom di Jakarta, Senin (18/10).
Hadir pada bincang-bincang, Kemal Imam Santoso, Direktur Utama PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk., Prof. Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, M.M. Ketua Yayasan YPPIJ, dengan keynote dari Prof. Intan Ahmad Ph.D, seorang Tokoh Pendidikan.
Para pembicara mulai akademisi hingga praktisi yang berprofesi Pelaut, yaitu Capt. Dwiyono Ketua IKPPNI, Dr. Mochammad Mukti Ali, ST., MM. Wakil Rektor Univ. Inaba dan Direktur Utama Akademi Marketing & Management dan Rahindra Bayu K., M.Si, Dosen Politeknik Maritim Negeri Semarang. “Ketiganya begitu …..
“Kami di HITS Grup, merasa bangga teman-teman memiliki kesempatan untuk peningkatan skill, sehingga bisa lebih kredibel. Hari ini, bagian dari sejarah, Univeristas Trilogi dan kelompok usaha HITS, membangun Pendidikan kemaritiman di Indonesia,” disampaikan Pak Kemal, Dirut HITS. Pull knowledge, pull experience. Inisiatif dari kita semua, mendukung perekonomian Indonesia. We don’t talk but we work,” tambah Pak Kemal.
Kerja sama ini akan jadi benckmark, perusahaan swasta dan dunia akademisi bersinergi. Komitmen HITS, mengelola korporasi berdasarkan Environment, Social & Governance (ESG). “Inilah pilar Sosial, yaitu memberikan kesempatan bagi pemuda pemuda Indonesia untuk berkarir di kemaritiman, “ ujar Pak Kemal.
“Bentangan wilayah maritim yang luas Indonesia, butuh sumber daya manusia Indonesia yang tidak sedikit. Data Kementerian Perhubungan tahun 2018 menyebutkan kebutuhan jumlah SDM kemaritiman yang mencapai15 ribu orang. Jumlah itu terus meningkat setiap tahun. Padahal ketersediaan jumlah SDM kemaritiman hanya 21 persen dari kebutuhan, “ ujar Prof Aris.
Itu artinya Indonesia masih memerlukan banyak SDM dan pengembangannya yang didukung dengan infrastruktur pendidikan dan tenaga didik yang kompeten menjadi syarat utama yang harus diperhatikan, tambah Prof Aris.
“Perubahan yang terus berkembang saat ini, harus diikuti dengan kompetensi orang-orang yang bekerja. Agar tetap survive, diperlukan orang-orang yang siap beradaptasi. Kecepatan perubahan di luar, tidak seiring dengan kecepatan Pendidikan, ujar Prof Intan.
Setiap orang perlu mengupdate, pengetahun yang diperoleh, tidak akan bertahan lama. Sesuatu yang tidak mudah, namun realitas yang harus dihadapi, jika tidak, akan tertinggal. Apa yang menjadi masa depan bagi para Pelaut? Kekurangan Pelaut yang memiliki skill, updating diperoleh dari tempat kerja.
“Tantangannya, kontribusi terhadap investasi human capital,” disampaikan oleh Capt. Dwiyono Ketua IKPPNI. Rata-rata orang laut, sehari-harinya sudah manajemen di atas kapal, namun secara technical. “Training/familiarisasi, dokumentasikan secara baik,” tambah Capt. Dwiyono. Pengalaman para perwira, perlu didokumentasikan. Untuk gelar, melekat pada Magister Manajemen, spesialis Merchant Maritime Specialist (MMS) yang akan diakui oleh negara.
“Capaian Pembelajaran, tidak hanya dari sekolah saja, bisa dari berbagai jalur,” ungkap Dr. Mochammad Mukti Ali, ST., MM. Wakil Rektor Univ. Inaba dan Direktur Utama Akademi Marketing & Management. “Baru ada di Universitas Trilogi, RPL Maritim yang pertama,” tegas Dr. Mukti.
“Kehadiran Universitas Trilogi, untuk memberikan gelar setiap peserta RPL. Konsep RPL-nya yang diadopsi. Para Pelaut yang ingin direkognisi, datanglah ke Univeristas Trilogi,” tambah Dr. Mukti.
“Jika sudah di-linear-kan, ilmunya disetarakan. Jika seseorang sudah bekerja di sebuah Perusahaan Oil & Gas, pengalaman kerjanya bisa disetarakan, sehingga lebih mudah untuk penempatan di sebuah posisi manajerial,” ujar Mas Rahindra Bayu K., M.Si, yang juga memiliki pengalaman RPL dan saat ini menjadi Dosen Politeknik Maritim Negeri Semarang. Karena seorang Dosen, harus lulus Magister, RPL-lah jalurnya, tambah Mas Bayu.
“Kita tahu, bahwa pelaut niaga belum mendapatkan pengakuan kualifikasi dari negara, karena dianggap pembelajarannya dari lingkungan yang nonformal (non DIKTI),” ujar Johan. Sementara, di perusahaan-perusahaan pelayaran, jika seorang pelaut niaga yang akan berkantor, bukan hanya expert di technical skill saja, namun juga harus memiliki managerial skill yang mampu berkompetisi dengan SDM yang ada di sebuah Perusahaan.
“Peluang inilah yang ditangkap oleh MCSI, dengan menggandeng Universitas Trilogi dan IKPPNI untuk penyetaraan kompetensi para Pelaut Niaga,” tambah Johan.
- Selesai--
PT MCS Internasional
PT MCS Internasional merupakan salah satu anak Perusahaan HITS yang menyediakan awak kapal Indonesia yang terlatih termasuk Nahkoda, Chief Engineer, Perwira dan ABK Non-Perwira (Rating) untuk kebutuhan internal HITS maupun pihak luar Perusahaan. MCSI merupakan market leader dari 160 Manning Agency yang terdaftar di Indonesia untuk jenis kapal niaga dan telah memenuhi sertifikasi yang dipersyaratkan oleh MLC 2010.
Selain menyediakan awak kapal yang terlatih dan handal, MCSI juga melatih para awak kapal melalui pelatihan yang memiliki sertifikasi yang dipersyaratkan dalam IMO Model Course dan Seafarer Training and Certification of Watchkeeping yang diberikan lisensi oleh Kementerian Perhubungan Laut, serta pelatihan-pelatihan non-STCW lainnya untuk meningkatkan kemampuan awak kapal dan juga superintendent Perusahaan, di bawah kendali Humpuss Trilogi Maritime Training Center (HTMTC), kerja sama dengan Universitas Trilogi.
Universitas Trilogi
Universitas Trilogi merupakan pengembangan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia (STEKPI), yang didirikan pada tahun 1988, bernaung dibawah Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ). Universitas Trilogi memiliki 13 program studi, 5 program studi merupakan kelanjutan dari STEKPI, dan 8 program studi baru
IKKPNI
Ikatan Korps Perwira Pelayaran Niaga Indonesia ditetapkan oleh lintas alumni sebagai insan praktisi Perwira Pelayaran Niaga yang merupakan organisasi para Perwira Pelayaran Niaga Indonesia, erwujudan dari hasrat murni dan keinginan luhur para anggotanya, yang menyatakan untuk menyatukan diri dalam upaya mengembangkan profesi luhur kemaritiman di Indonesia pada umumnya dan martabat anggota pada khususnya.
Ikatan Korps Perwira Pelayaran Niaga Indonesia Mengajak, menggiring dan mengawal generasi Perwira Pelayaran Niaga sebagai penerus bangsa yang peduli dan bangga akan harkat jati diri maritim dan mengarah pada kejayaan maritim nusantara maupun dunia.