Chairman Messages

Para Pemangku Kepentingan yang Kami Hormati,

Kinerja 2018

Perkenankanlah saya atas nama Dewan Komisaris menyampaikan penghargaan yang setinggi - tingginya kepada Direksi, Staff dan Karyawan yang pada tahun 2018 ini telah berhasil mencapai Kinerja yang luar biasa, pertumbuhan penjualan 20.83% yang setara dengan 3x pertumbuhan GDP Nasional, dan kenaikan laba bersih 25,37% lebih tinggi dibandingkan tahun 2017, dan lebih tinggi dari pertumbuhan rata-rata Industri.

Perlu ditambahkan, bahwa pada hakekatnya Perseroan telah memasuki "Epidode yang Baru", yang ditandai dengan adanya 2 kejadian utama.

Pertama, adanya transisi Manajemen di bulan Mei 2018.

Kedua, masuknya Perseroan ke bisnis baru, FSRU (Floating Storage Regasification Unit) sebagai bisnis utama Perseroan di dekade yang akan datang sesudah kapal tanker LNG pertama milik Indonesia Ekaputra yang berukuran 125.000m3 menjadi kapal terbesar di dunia pada jamannya.

 

Isu - Isu Strategis Di 2019

Isu utama di tahun 2019 dari kacamata Dewan Komisaris, adalah ‘Bagaimana menjaga pertumbuhan Perseroan’?

Dampak dari pertumbuhan adalah Likuiditas. Dewan Komisaris tidak saja mendorong, tapi juga membantu Manajemen di tahun 2019 untuk mencari berbagai alternatif pendanaan untuk mendanai proyek- proyek yang ada, termasuk go public Anak Usaha untuk menjaga kelangsungan pertumbuhan dua digit.

Pengaruh lain yang menjadi perhatian dari ‘Pertumbuhan’ adalah ‘Risiko’. Untuk memitigasi hal ini, Dewan Komisaris mendorong adanya hilirisasi bisnis dari sekedar bisnis angkutan kapal menjadi bisnis Distribusi Energi.

Kenyataannya, bisnis infrastruktur LNG berupa regasifikasi dan penyimpanannya dikombinasikan dengan angkutan distribusi BBM (Bahan Bakar Minyak) akan menjadi mayoritas pendapatan Perseroan di awal dekade yang akan datang.

Itulah sebabnya mengapa, Dewan Komisaris dan Manajemen bergandeng tangan bersama untuk :

1. Mengejar Pertumbuhan,

2. Mentransformasi bisnis untuk mengelola Risiko dan memanfaatkan peluang yang ada,

3. Dan juga menangani masalah Likuiditas

 

Monitor & Supervisi

Dewan Komisaris di bawah konsep tradisional sering disebut sebagai ‘Dewan Pengawas’ dalam kenyataannya tidak seperti itu, tapi fungsinya lebih luas.

Peran Dewan Komisaris di 2019 akan lebih aktif lagi dibanding di tahun 2018, mengingat adanya Peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (POJK).

Sebagai Komite Audit, pada praktiknya kami lebih menggunakan pendekatan Manajemen Risiko yang sifatnya Preventif daripada Audit pasca kejadian yang menjadi pekerjaan Kantor Akuntan Publik.

Sebagai Komite Nominasi & Renumerasi, kami bekerja sama dengan Manajemen, untuk mengembangkan orang dan organisasi sehingga setiap orang dapat dinominasikan sebagai CEO masa depan dan mengusulkan remunerasi yang sesuai untuk memotivasi keuangan & memberikan penghargaan kepada mereka.

 

Penerapan GCG & CSR

Dewan Komisaris berperan sebagai garda terdepan dalam penerapan GCG (Good Corporate Governance) & CSR (Corporate Social Responsibility). Keberadaan Komite GCG & CSR yang belum diatur OJK di 2018, tapi harus dilaporkan di 2020 telah dibentuk oleh Perseroan.

Tolak ukur yang kami soroti untuk kedua kegiatan diatas adalah menjaga keseimbangan kepentingan dari "People, Profit & Planet" (PPP).

GCG dalam penerapannya tidak boleh bertentangan dengan norma, praktik yang lazim dan regulasi serta hukum yang berlaku.

Kebijakan GCG lebih menekankan pada pengembangan SDM yang menjadi sentra dari kehidupan. Sebab itu, adalah bijaksana bila Perseroan yang sudah menekuni selama ini, terus memperkuat bisnis Awak Kapal, Pelatihan, Pendidikan dan Jasa Pengelolaan Manajemen Kapal untuk mendukung Program Nasional - Tol Maritim di masa yang akan datang.

 

Peran "Parenting & Coaching"

Hal penting lainnya, seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa peranan Dewan Komisaris tidak sebatas ‘Badan Pengawas’ tapi secara proaktif mempertahankan tingkat pertumbuhan Perseroan yang tinggi dan berkesinambungan, membantu Manajemen dengan:

• Memberikan Visi,

• Menyiapkan sumber daya,

• Mendorong dan Memotivasi,

• Memberikan Pencerahan dan Memberdayakan.

Pendekatannya tidak hanya dengan cara "Supervisi atau mengontrol" tetapi lebih "Parenting & Coaching".

Dalam menjalankan peran ini, Dewan Komisaris akan selalu mendukung kegiatan manajemen setiap minggu baik melalui interaksi informal atau Rapat bersama.

Dewan Komisaris secara langsung memberikan arahan dan saran pada setiap Rapat Kinerja dan Rapat Strategis. Selain itu juga memberikan pengarahan melalui pertemuan tatap muka, Dewan Komisaris juga menyampaikan arahan dan sarannya secara tertulis, menggunakan memo internal, terutama ketika ada masalah atau peluang bisnis yang membutuhkan perhatian lebih intensif.

Selama 2018, Dewan Komisaris hadir dalam Rapat Kinerja dan Rapat Strategis sebanyak 12 kali. Arahan dalam bentuk memo telah dikeluarkan oleh Dewan Komisaris 6 (enam) kali, baik untuk Perseroan dan Anak Perusahaan.

 

Perubahan Komposisi Dewan Komisaris

Pada tahun 2018, telah terjadi perubahan Dewan Komisaris HITS dengan komposisi yang sama, yaitu Komisaris Utama dan Komisaris Independen berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 9 Mei 2018.

Komisaris Utama dipercayakan kepada Theo Letakompessy menggantikan Sumardjono yang masa jabatannya berakhir. Komisaris Independen juga berubah dari yang sebelumnya dipegang oleh HM Roy Sembel menjadi Arief Rudianto.

Perubahan tersebut dilakukan untuk menyegarkan dan meningkatkan kinerja Dewan Komisaris di masa mendatang. Perusahaan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi Bapak Sumardjono dan Bapak HM Roy Sembel atas kontribusi mereka sambil memegang posisi sebagai Dewan Komisaris Perseroan.

Selamat bekerja kepada manajemen dan semoga sukses di 2019.

Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada seluruh Pemangku Kepentingan Perusahaan, khususnya Para Mitra, Pelanggan, Pemasok, Kreditur, Auditor dan Penasehat Hukum.

Kiranya Tuhan yang Maha Esa memberkati kita semua.

Para Pemangku Kepentingan yang Kami Hormati,

Kinerja 2018

Perkenankanlah saya atas nama Dewan Komisaris menyampaikan penghargaan yang setinggi - tingginya kepada Direksi, Staff dan Karyawan yang pada tahun 2018 ini telah berhasil mencapai Kinerja yang luar biasa, pertumbuhan penjualan 20.83% yang setara dengan 3x pertumbuhan GDP Nasional, dan kenaikan laba bersih 25,37% lebih tinggi dibandingkan tahun 2017, dan lebih tinggi dari pertumbuhan rata-rata Industri.

Perlu ditambahkan, bahwa pada hakekatnya Perseroan telah memasuki "Epidode yang Baru", yang ditandai dengan adanya 2 kejadian utama.

Pertama, adanya transisi Manajemen di bulan Mei 2018.

Kedua, masuknya Perseroan ke bisnis baru, FSRU (Floating Storage Regasification Unit) sebagai bisnis utama Perseroan di dekade yang akan datang sesudah kapal tanker LNG pertama milik Indonesia Ekaputra yang berukuran 125.000m3 menjadi kapal terbesar di dunia pada jamannya.

 

Isu - Isu Strategis Di 2019

Isu utama di tahun 2019 dari kacamata Dewan Komisaris, adalah ‘Bagaimana menjaga pertumbuhan Perseroan’?

Dampak dari pertumbuhan adalah Likuiditas. Dewan Komisaris tidak saja mendorong, tapi juga membantu Manajemen di tahun 2019 untuk mencari berbagai alternatif pendanaan untuk mendanai proyek- proyek yang ada, termasuk go public Anak Usaha untuk menjaga kelangsungan pertumbuhan dua digit.

Pengaruh lain yang menjadi perhatian dari ‘Pertumbuhan’ adalah ‘Risiko’. Untuk memitigasi hal ini, Dewan Komisaris mendorong adanya hilirisasi bisnis dari sekedar bisnis angkutan kapal menjadi bisnis Distribusi Energi.

Kenyataannya, bisnis infrastruktur LNG berupa regasifikasi dan penyimpanannya dikombinasikan dengan angkutan distribusi BBM (Bahan Bakar Minyak) akan menjadi mayoritas pendapatan Perseroan di awal dekade yang akan datang.

Itulah sebabnya mengapa, Dewan Komisaris dan Manajemen bergandeng tangan bersama untuk :

1. Mengejar Pertumbuhan,

2. Mentransformasi bisnis untuk mengelola Risiko dan memanfaatkan peluang yang ada,

3. Dan juga menangani masalah Likuiditas

 

Monitor & Supervisi

Dewan Komisaris di bawah konsep tradisional sering disebut sebagai ‘Dewan Pengawas’ dalam kenyataannya tidak seperti itu, tapi fungsinya lebih luas.

Peran Dewan Komisaris di 2019 akan lebih aktif lagi dibanding di tahun 2018, mengingat adanya Peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (POJK).

Sebagai Komite Audit, pada praktiknya kami lebih menggunakan pendekatan Manajemen Risiko yang sifatnya Preventif daripada Audit pasca kejadian yang menjadi pekerjaan Kantor Akuntan Publik.

Sebagai Komite Nominasi & Renumerasi, kami bekerja sama dengan Manajemen, untuk mengembangkan orang dan organisasi sehingga setiap orang dapat dinominasikan sebagai CEO masa depan dan mengusulkan remunerasi yang sesuai untuk memotivasi keuangan & memberikan penghargaan kepada mereka.

 

Penerapan GCG & CSR

Dewan Komisaris berperan sebagai garda terdepan dalam penerapan GCG (Good Corporate Governance) & CSR (Corporate Social Responsibility). Keberadaan Komite GCG & CSR yang belum diatur OJK di 2018, tapi harus dilaporkan di 2020 telah dibentuk oleh Perseroan.

Tolak ukur yang kami soroti untuk kedua kegiatan diatas adalah menjaga keseimbangan kepentingan dari "People, Profit & Planet" (PPP).

GCG dalam penerapannya tidak boleh bertentangan dengan norma, praktik yang lazim dan regulasi serta hukum yang berlaku.

Kebijakan GCG lebih menekankan pada pengembangan SDM yang menjadi sentra dari kehidupan. Sebab itu, adalah bijaksana bila Perseroan yang sudah menekuni selama ini, terus memperkuat bisnis Awak Kapal, Pelatihan, Pendidikan dan Jasa Pengelolaan Manajemen Kapal untuk mendukung Program Nasional - Tol Maritim di masa yang akan datang.

 

Peran "Parenting & Coaching"

Hal penting lainnya, seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa peranan Dewan Komisaris tidak sebatas ‘Badan Pengawas’ tapi secara proaktif mempertahankan tingkat pertumbuhan Perseroan yang tinggi dan berkesinambungan, membantu Manajemen dengan:

• Memberikan Visi,

• Menyiapkan sumber daya,

• Mendorong dan Memotivasi,

• Memberikan Pencerahan dan Memberdayakan.

Pendekatannya tidak hanya dengan cara "Supervisi atau mengontrol" tetapi lebih "Parenting & Coaching".

Dalam menjalankan peran ini, Dewan Komisaris akan selalu mendukung kegiatan manajemen setiap minggu baik melalui interaksi informal atau Rapat bersama.

Dewan Komisaris secara langsung memberikan arahan dan saran pada setiap Rapat Kinerja dan Rapat Strategis. Selain itu juga memberikan pengarahan melalui pertemuan tatap muka, Dewan Komisaris juga menyampaikan arahan dan sarannya secara tertulis, menggunakan memo internal, terutama ketika ada masalah atau peluang bisnis yang membutuhkan perhatian lebih intensif.

Selama 2018, Dewan Komisaris hadir dalam Rapat Kinerja dan Rapat Strategis sebanyak 12 kali. Arahan dalam bentuk memo telah dikeluarkan oleh Dewan Komisaris 6 (enam) kali, baik untuk Perseroan dan Anak Perusahaan.

 

Perubahan Komposisi Dewan Komisaris

Pada tahun 2018, telah terjadi perubahan Dewan Komisaris HITS dengan komposisi yang sama, yaitu Komisaris Utama dan Komisaris Independen berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 9 Mei 2018.

Komisaris Utama dipercayakan kepada Theo Letakompessy menggantikan Sumardjono yang masa jabatannya berakhir. Komisaris Independen juga berubah dari yang sebelumnya dipegang oleh HM Roy Sembel menjadi Arief Rudianto.

Perubahan tersebut dilakukan untuk menyegarkan dan meningkatkan kinerja Dewan Komisaris di masa mendatang. Perusahaan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi Bapak Sumardjono dan Bapak HM Roy Sembel atas kontribusi mereka sambil memegang posisi sebagai Dewan Komisaris Perseroan.

Selamat bekerja kepada manajemen dan semoga sukses di 2019.

Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada seluruh Pemangku Kepentingan Perusahaan, khususnya Para Mitra, Pelanggan, Pemasok, Kreditur, Auditor dan Penasehat Hukum.

Kiranya Tuhan yang Maha Esa memberkati kita semua.

Chairman Messages