HITS Selesaikan Sengketa Hukum Secara Damai

published on : 2012, September 13

Jakarta,- PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (HITS) sebagai pemegang saham 100% Humpuss Sea Transport Pte. Ltd. (HST) yang dipailitkan oleh Pengadilan Singapura pada tanggal 20 Januari 2012, beritikad baik untuk membantu HST dalam menyelesaikan seluruh tuntutan yang ditujukan kepada HST dan anak perusahaannya.

Theo Lekatompessy, Direktur Utama HITS, mengatakan seluruh kapal yang disewa oleh HST dan anak perusahaannya telah dikembalikan kepada para pemiliknya yang sah dimana nilai kapal-kapal tersebut sepadan dengan hutang pokok yang ditagihkan oleh para pemilik kapal pada tahun 2009.

HST dan anak perusahaannya juga telah melakukan pembayaran seluruh tunggakan angsuran sewa yang diketahui kepada para pemilik kapal dan setuju untuk melakukan pembayaran tunggakan angsuran sewa yang ditagihkan kemudian sebagaimana diputuskan dalam London Maritime Arbitration (LMAA). Lebih jauh, kami juga akan membayar ganti kerugian immaterial yang diajukan oleh para pemilik kapal, kata Theo.

Kronologis Kasus Hukum yang Saat Ini Sedang Berlangsung
•    Sejak tahun 1986, core business HIT dan anak perusahaannya sejak berdiri adalah di bidang LNG tanker dan angkutan petrochemical.
•    Pada tahun 2007, HST dan anak perusahaannya HML dan GML selaku anak dan cucu perusahaan HIT di Singapura dan Panama melakukan pengembangan usaha di luar core business-nya, yaitu angkutan bulk carrier dan chemical carrier melalui sewa beli dengan Parbulk (Norwegia) sebanyak 1 unit panamax dengan 70.002 DWT, Empire (Yunani) sebanyak 7 unit kapal tanker kimia cair yang terdiri dari 4 kapal berukuran 17.500 DWT dan 3 kapal dengan ukuran 25.000 DWT serta dengan Hanjin (Korea Selatan) sebanyak 1 unit panamax dengan ukuran 73.000 DWT.   
•    Tahun 2008, seperti kita ketahui bersama, krisis ekonomi yang melanda dunia berdampak terhadap pasar pelayaran di Indonesia dimana harga sewa kapal di pasar  hanya sekitar 1/3 dari angsuran yang harus dibayar.
•    Tahun 2009, karena krisis ekonomi seluruh kapal-kapal yang disewa dengan opsi beli pada akhir masa sewa dari Parbulk (Norwegia), Empire (Yunani) dan Hanjin (Korea Selatan) dikembalikan kepada para pemiliknya masing-masing sebelum periode kontrak berakhir. Angsuran yang tertunggak yang diketahui pun telah dilunasi.
•    Pada tahun 2010, para pemilik kapal tidak puas dengan pengembalian kapal dan negosiasi menemui jalan buntu. Empire dan Parbulk menuntut pengembalian hutang pokok dan tunggakan angsuran, juga ganti rugi immateriil di LMAA dan Pengadilan London. Sedangkan Hanjin belum memulai Arbitrase tersebut. Adapun tuntutan kerugian immateriel dari ke 3 pemilik kapal sekitar Rp. 1 Triliun.
•    Pada tanggal 2 Desember 2011, Linsen (salah satu dari Empire grup) mengajukan permohonan kepailitan ke Pengadilan Singapura dimana pada tanggal 20 Januari 2012, HST dinyatakan pailit dan Cosimo Borrelli dan Jason Kardachi (dari Borrelli Walsh) ditunjuk sebagai likuidator.
•    Dalam perkembangannya, likuidator HST memberikan kesempatan bagi pada pemilik kapal dan HIT untuk melakukan negosiasi damai diantara mereka. Perundingan dengan para pemilik kapal maupun dengan likuidator HST telah dilakukan baik di London, Amsterdam, Singapura dan Jakarta.
•    Pada bulan Agustus 2012, likuidator HST telah memberikan proposal perdamaiannya sebesar USD 72.000.000.

Untuk keterangan lebih lanjut, dapat menghubungi:
Divisi Corporate Secretary
Telp: (021) 252 4114
Email : corpsec@hits.co.id