Rencana Investasi PT Humpuss Intermoda sekitar USD 315 Juta pada tahun 2015

published on : 2014, November 14

PT Humpus Intermoda Transportasi Tbk. (HITS), sebagai Perusahaan Publik yang memiliki bidang usaha angkutan laut, pada Public Expose yang baru-baru ini diselenggarakan menetapkan total investasi sekitar USD 315 Juta pada tahun 2015 untuk memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam bisnis transportasi laut sekaligus merespon rencana Pemerintah baru yang mendorong industri berbasis maritim dalam lima tahun ke depan.

Secara lebih rinci HITS akan berencana untuk membeli 3 LNG Shuttle tanker senilai sekitar USD 205 Juta, 2 tanker produk minyak senilai USD 30 Juta, 2 AWB Offshores senilai USD 50 juta dan satu untuk kapal angkutan semen senilai sekitar USD 15 Juta.

Investasi ini bertujuan untuk menggandakan kapasitas bisnis LNG carrier, baik untuk impor dan transportasi di pasar domestik. Dalam bidang petrokimia dan minyak, Perseroan juga akan terlibat dalam mengangkut bahan bakar (BBM) dan bahan kimia cair di pasar domestik yang kebutuhannya terus meningkat. Perseroan juga akan mendukung pengadaan kapal-kapal pendukung offshore. Sebagaimana layanan angkutan LNG. Adapun layanan angkutan curah terutama pertambangan Perusahaan berencana untuk menjual (divestasi) beberapa armada dan akan fokus hanya pada produk akhir. Dalam bidang keagenan dan crewing, Perusahaan melihat peluang besar untuk memberikan layanan yang relevan sesuai dengan rencana pemerintah yang baru untuk memperkuat sektor industri maritim.

HITS juga telah menambah pengalaman dalam manning agency, dengan menyediakan Pusat Pelatihan serta Pusat Kesehatan untuk sektor ini. Pada tahun ini, Perusahaan telah membuka kantor baru keagenan di Gresik serta mengelola sekitar 1.112 awak kapal di lebih dari 41 kapal.

Pada Public Expose.Direktur Utama HITS Theo Lekatompessy menyoroti kinerja Perseroan saat ini yang masih di bawah target dikarenakan situasi makro-ekonomi dan politik saat ini. Untuk LNG dan lepas pantai layanan tetap stabil. Meskipun kinerja Perseroan secara umum, memuaskan, namun Theo juga menunjukkan sebagian bisnis khususnya layanan curah perlu direstrukturisasi.

Perusahaan telah melewati situasi sulit melalui restrukturisasi secara operasi, bisnis, dan hukum, keuangan/hutang pada tahun 2012 dan menetapkan tahun 2013-2014 sebagai "tahun stabilisasi". "Kami telah menetapkan periode 2015 sebagai pulih tahun dan akan rebound pada tahun 2016, "kata Theo. (CS)